Pendahuluan
Sumber belajar dan bahan ajar sebagai salah satu komponen atau unsur pembelajaran (learning)
memegang peranan penting dalam rangka terselenggaranya kegitan
pembelajaran yang sehat, menarik dan bermakna bagi peserta didik. Dan,
hal itu sudah menjadi niscaya di era yang serba komplek saa ini. Baik
sumber belajar maupun bahan ajar tersebut menjadi sangat penting karena
tersedianya beragam alternatif yang memungkinkan dibutuhkannya budaya
belajar anak secara mandiri sebagai dasar untuk pembiasaan dalam
kehidupan dikemudian hari, serta menciptakan komunikasi antara anak
dengan orang dewasa dan teman sebayanya.
Pembiaran terhadap peranan
sumber belajar seringkali diabaikan. Padahal sumber belajar dapat
diperoleh dimanapun termasuk dilingkungan sekitar anak didik tinggal.
Sumber belajar yang ada disekitar anak tidak selalu perlu pengawasan
dari guru yang diikuti dengan memberi keterangan sumber-sumber belajar
tersebut. Beda halnya misal jika sumber belajar terdapat di
perpustakaan, dalam hal ini diperlukan bimbingan dari guru. Karenanya
hal itu membutuhkan pembiasaan. Selain sumber belajar yang ada
dilingkungan sekitar anak, ketersediaan media cetak dan narasumber pun
dapat dijadikan alternatif sebagai sumber belajar. Khusus narasumber,
mereka dapat menceritakan berbagai pengalaman yang menarik sehingga
dapat memperkaya wawasan anak.
Sementara itu, bahan ajar
juga mengambil peran penting sebagai bentuk adaptasi dari sumber belajar
yang telah ditentukan. Bahan ajar atau sering disebut sebagai materi
pelajaran merupakan bagian –terpenting- dalam proses pembelajaran,
karena materi pelajaran merupakan inti dari kegiatan pembelajaran.
Terutama bahan ajar pendidikan agama Islam yang notabene materi
keseluruhannya segara garis besar ialah ditujukan untuk anak didik dalam
aspek meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam
melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan.
Kata kunci: Sumber belajar, Bahan ajar, Pendidikan Agama Islam.
Wah capek juga ya teman-teman nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa ayo kita lanjut!.
- Sumber Belajar
Sumber belajar adalah semua sumber yang
dapat dipakai oleh peserta belajar, baik secara individual maupun
kelompok untuk memudahkan terjadinya proses belajar. Menurut Subandijah,
pengertian sumber belajar pada dasarnya merupakan suatu daya yang dapat
dimanfaatkan untuk kepentingan proses belajar mengajar, baik langsung
ataupun tidak, baik sebagian atau keseluruhan.
Sumber belajar dapat juga diartikan
sebagai segala hal yang berada di luar diri anak didik yang
memungkinkannya untuk belajar yang dapat berupa pesan, orang, bahan,
alat, teknik dan lingkungan, sebagai mana dijelaskan oleh AECT
(Association for Education and Communication Technology) yang
menyatakan bahwa sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber
baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh
siswa dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi
sehingga mempermudah siswa dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai
kompetensi tertentu.[1] Sumber belajar adalah bahan-bahan yang
dimanfaatkan dan diperlukan dalam proses pembelajaran, yang dapat berupa
buku teks, media cetak, media elektronik, narasumber, lingkungan
sekitar, dan sebagainya yang dapat meningkatkan kadar keaktifan dalam
proses pembelajaran.
Sumber belajar adalah segala sesuatu
yang tersedia di sekitar lingkungan belajar yang berfungsi untuk
membantu optimalisasi hasil belajar. Optimalisasi hasil belajar ini
dapat dilihat tidak hanya dari hasil belajar saja, namun juga dilihat
dari proses pembelajaran yang berupa interaksi siswa dengan berbagai
sumber belajar yang dapat memberikan rangsangan untuk belajar dan
mempercepat pemahaman dan penguasaan bidang ilmu yang dipelajari.
Kadang jenuh juga ya nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa kita ambil hikmahnya aja, lagi pula dapat pahala juga to!.
Bahan Ajar
Definisi Bahan Ajar
Sebagaimana disinggung di awal tulisan
ini, bahwa bahan ajar mengambil peranan penting dalam mencapai proses
pembelajaran yang sehat, maka sesuai dengan penjabaran yang diutarakan
oleh Abdul Majid, yakni bahan ajar merupakan segala bentuk bahan yang
digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan
tertulis maupun bahan tidak tertulis.[2]
Demikian dengan Nana Sudjana,
menerangkan bahwa bahan ajar adalah isi yang diberikan kepada siswa pada
saat berlangsungnya proses belajar mangajar. Dan, melalui bahan ajar
ini siswa diantarkan kepada tujuan pengajaran. Dengan kata lain, tujuan
yang akan dicapai siswa diwarnai dan dibentuk oleh bahan ajar.[3]
Definisi lain bahwa bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat
pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode,
batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis
dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai
kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya.[4]
Dengan demikian bahan ajar hakikatnya
adalah isi dari mata pelajaran atau bidang studi yang diberikan kepada
siswa sesuai dengan kurikulum yang digunakan atau diterapkan dalam
proses pembelajaran. Bahan ajar juga merupakan informasi, alat dan teks
yang diperlukan guru atau instruktur untuk perencanaan dan penelaahan
implementasi pembelajaran. Dengan bahan ajar inilah memungkinkan siswa
dapat mempelajari suatu kompetensi atau kompetensi dasar secara runtut
dan sistematis sehingga secara akumulatif mampu menguasai semua
kompetensi secara utuh dan terpadu.
Berkenaan dengan bahan ajar ada beberapa komponen yang mesti tercakup di dalamnya, sedikitnya antara lain:
- Petunjuk belajar (petunjuk siswa atau guru)
- Kompetensi yang akan dicapai
- Informasi pendukung
- Latihan-latihan
- Petunjuk kerja, dapat berupa Lembar Kerja (LK)
- Evaluasi.[5]
Wah capek juga ya teman-teman nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa ayo kita lanjut!.
- Jenis-Jenis Bahan Ajar
Jenis bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu:
- Bahan ajar cetak (visual)
Bahan cetak dapat ditampilkan dalam berbagai bentuk. Yang termasuk dalam bahan ajar ini, yaitu:[6]
1) Handout, adalah bahan tertulis
yang dipersiapkan oleh seorang guru untuk memperkaya pengetahuan peserta
didik. Contoh: dengan cara mendownload dari internet, atau menyadur
dari sebuah buku.
2) Buku, adalah bahan tertulis yang menyajikan ilmu pengetahuan.
3) Modul, adalah sebuah buku yang
ditulis dengan tujuan agar peserta didik dapat belajar secara mandiri
tanpa atau dengan bimbingan guru, sehingga modul berisi paling tidak
tentang segala komponen dasar bahan ajar yang telah disebukan
sebelumnya.
4) Lembarkegiatan siswa, adalah
lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik.
Lembar kegiatan biasanyaberupa petunjuk, langkah-langkah untuk
menyelesaikan suatu tugas.
5) Brosur, adalah bahan informasi
tertulis mengenai suatu masalah yang disusun secara bersistem atau
cetakan yang hanya terdiri atas beberapa halaman dan dilipat tanpa
dijilid atau selebaran cetakan yang berisi keterangan singkat tetapi
lengkap tentang perusahaan atau organisasi.
6) Leaflet, adalah bahan cetak tertulis berupa lembaran yang dilipat tapi tidak dimatikan atau dijahit.
7) Wallchart, adalah bahan cetak,
biasanya berupa bagian siklus atau proses atau grafik yang bermakna
menunjukkan posisi tertentu. Contoh: tentang siklus makhluk hidup
binatang antara ular, tikus dan lingkungannya.
8) Fotoatau gambar, sebagai bahan
ajar tentu diperlukan satu rancangan yang baik agar setelah selesai
melihat sebuah atau serangkaian foto atau gambar siswa dapat melakukan
sesuatu yang pada akhirnya menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.
9) Modelatau maket, adalah bentuk
yang dapat dikenal menyerupai persis benda sesungguhnya dalam ukuran
skala yang diperbesar atau dikecilkan.[7]
Kadang jenuh juga ya nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa kita ambil hikmahnya aja, lagi pula dapat pahala juga to!.
- Bahan ajar dengar (audio)
Media audio adalah media atau bahan yang
mengandung pesan dalam bentuk auditif (pita suara atau piringan suara)
yang dapat merangsang pikiran dan perasaan pendengar sehingga terjadi
proses belajar.[8]
1) Kaset/ piringan hitam/ compact disk
Media kaset dapat menyimpan suara yang
dapat secara berulang-ulang diperdengarkan kepada peserta didik yang
menggunakannya sebagai bahan ajar. Bahan ajar kaset biasanya digunakan
untuk pembelajaran bahasa atau pembelajaran musik.
2) Radio
Radio adalah media dengar yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan ajar, dengan radio peserta didik bisa belajar
sesuatu. Program radiodapat dirancang sebagai bahan ajar, misalnya pada
jam tertentu guru merencanakan sebuah progam pembelajaran melalui
radio. Seperti mendengarkan pengajian langsung di cenel radio dais yang
sedang berlangsung.
- Bahan ajar pandang-dengar (audio visual)
Audio visual adalah media yang mempunyai
unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang
lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan
visual (melihat).[9]
1) Video/ Film
Umumnya progam video telah dibuat dalam
rancangan lengkap, sehingga setiap akhir dari penayangan video siswa
dapat menguasai satu atau lebih kompetensi dasar.
2) Orang/ nara sumber
Orang sebagai sumber belajar dapat juga
dikatakan sebagai bahan ajar yang dapat dipandang dan didengar, karena
dengan orang seseorang dapat belajar misalnya karena orang tersebut
memiliki ketrampilan khusus tertentu.
- Bahan ajar interaktif (interactive teaching material)
Bahan ajar interaktif adalah kombinasi
dari dua atau lebih media (audio, teks, garfik, gambar, animasi, dan
video) yang oleh penggunanya dimanipulasi untuk mengendalikan perintah
dan atau perilaku alami dari suatu presentasi. Bahan ajar interaktif
dalam menyiapkannya diperluakn pengetahuan dan keterampilan pendukung
yang memadai terutama dalam mengoperasikan peralatan seperti komputer,
kamera video, dan kamera photo. Bahan ajar interaktif biasanya disajikan
dalam bentuk compack disk (CD).
Wah capek juga ya teman-teman nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa ayo kita lanjut!.
- Kriteria dan Sumber Bahan Ajar
- Kriteria materi pelajaran
Materi pelajaran berada dalam ruang
lingkup isi kurikulum. Karena itu, pemilihan materi pelajaran tentu saja
harus sejalan dengan ukuran-ukuran (kriteria) yang digunakan untuk
memilih isi kurikulum bidang studi bersangkutan.
Kriteria materi pelajaran yang akan
dikembangkan dalam sistem intruksional dan yang mendasari penentuan
strategi belajar mengajar:[10]
1) Kriteria tujuan instruksional
Suatu materi pelajaran yang terpilih
dimaksudkan untuk mencapai tujuan instruksional khusus atau
tujuan-tujuan tingkah laku. Karena itu, materi tersebut supaya sejalan
dengan tujuan-tujuan yang telah dirumuskan.
2) Materi pelajaran supaya terjabar
Perincian materi pelajaran berdasarkan
pada tuntutan dimana setiap TIK telah dirumuskan secara spesifik, dapat
diamati dan terukur. Ini berarti terdapat keterkaitan yang erat antara
spesifikasi tujuan dan spesifikasi materi pelajaran.
3) Relevan dengan kebutuhan siswa
Kebutuhan siswa yang pokok adalah bahwa
mereka ingin berkembang berdasarkan potensi yang dimilikinya. Karena
setiap materi pelajaran yang akan disajikan hendaknya sesuai dengan
usaha untuk mengembangkan pribadi siswa secara bulat dan utuh. Beberapa
aspek di antaranya adalah pengetahuan sikap, nilai, dan keterampilan.
4) Kesesuaian dengan kondisi masyarakat
Siswa dipersiapkan untuk menjadi warga masyarakat yang berguna dan mampu hidup mandiri.
5) Materi pelajaran mengandung segi-segi etik
Materi pelajaran yang akan dipilih
hendaknya memepertimbangkan segi perkembangan moral siswa kelak.
Pengetahuan dan keterampilan yang bakal mereka peroleh dari materi
pelajaran yang telah mereka terima di arahkan untuk mengembangkan
dirinya sebagai manusia yang etik sesuai dengan sistem nilai dan
norma-norma yang berlaku di masyarakatnya.
6) Materi pelajaran tersusun dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan logis
Setiap materi pelajaran disusun secara
bulat dan menyeluruh, terbatas ruang lingkupnya dan terpusat pada satu
topik masalah tertentu. Materi disusun secara berurutan dengan
mempertimbangkan faktor perkembangan psikologis siswa.
7) Materi pelajaran bersumber dari buku sumber yang baku, pribadi guru yang ahli dan masyarakat
Ketika faktor ini perlu diperhatikan
dalam memilih materi pelajaran. Buku sumber yang baku pada umumnya
disusun oleh para ahli dalam bidangnya dan disusun berdasarkan GBPP yang
berlaku, kendatipun belum tentu lengkap sebagaimana yang diharapkan.
Guru yang ahli penting, oleh sebab sumber utama memang adalah guru itu
sendiri.
Kadang jenuh juga ya nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa kita ambil hikmahnya aja, lagi pula dapat pahala juga to!.
- Sumber Bahan Ajar
Dalam pembelajaran konvensional sering
guru menentukan buku teks sebagai satu-satunya sumber materi pelajaran.
Namun, selain buku teks, guru seharusnya memanfaatkan berbagai sumber
belajar yang lain.
Sumber materi pelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran dapat dikategorikan sebagai berikut:[11]
1) Tempat atau lingkungan
Lingkungan merupakan sumber yang sangat kaya sesuai dengan tuntunan kurikulum. Ada dua bentuk lingkungan belajar, pertama, lingkungan
atau tempat yang sengaja di desain untuk belajar siswa seperti
laboratorium, perpustakaan, ruang internat, dan lain sebagainya. Kedua, lingkungan
yang tidak di desain untuk proses pembelajaran tetapi keberadaannya
dapat dimanfaatkan misalnya halaman sekolah, taman sekolah, kantin,
kamar mandi, mushola atau masjid, dan lain sebagainya. Kedua bentuk
lingkungan ini dapat dimanfaatkan oleh setiap guru karena memang selain
memiliki informasi yang sangat kaya untuk mempelajari materi
pembelajaran, juga dapat secara langsung dijadikan tempat belajar siswa.
2) Orang atau nara sumber
Pengetahuan itu tidak statis akan tetapi
bersifat dinamis yang terus berkembang secara cepat oleh karena itu,
kadang-kadang apa yang disajikan dalam buku teks tidak sesuai lagi
dengan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir. Oleh karena itu, untuk
mempelajari konsep-konsep baru guru dapat menggunakan orang-orang yang
lebih menguasai persoalan misalnya dokter, polisi dan sebagainya.
3) Objek
Objek atau benda yang sebenarnya
merupakan sumber informasi yang akan membawa siswa pada pemahaman yang
lebih sempurna tentang sesuatu.
4) Bahan cetak dan non cetak
Bahan cetak adalah berbagai informasi
sebagai materi pelajaran yang disimpan dalam berbagai bentuk tercetak
seperti buku, majalah, koran dan sebagainya. Sedangkan bahan ajar non
cetak adalah informasi sebagai materi pelajaran, yang disimpan dalam
berbagai bentuk alat komunikasi elektronik yang biasanya berfungsi
sebagai media pembelajaran misalnya dalam bentuk kaset, video, komputer,
CD, dll.
Wah capek juga ya teman-teman nulis rangkuman makalah berjudul “sumber belajar dan bahan ajar dalam pendidikan agama islam” ini. Gak apa ayo kita lanjut!
PENUTUP
Pemaparan tentang sumber belajar dan
bahan ajar di atas memberikan pengarahan pemahaman bahwa keduanya
bersifata satu kesatuan. Sumber belajar adalah segala sesuatu yang
tersedia di sekitar lingkungan belajar yang berfungsi untuk membantu
optimalisasi hasil belajar, pun bahan ajar dipahami sebagai segala
bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Jenis bahan ajar dibagi menjadi empat,
yaitu: Bahan ajar cetak (printed), Bahan ajar dengar (audio), Bahan ajar
pandang-dengar (audio visual), Bahan ajar interaktif (interactive
teaching material).
Kriteria materi pembelajaran terbagi
menjadi tujuh, yaitu: Kriteria tujuan instruksional, Materi pelajaran
supaya terjabar, Relevan dengan kebutuhan siswa, Kesesuaian dengan
kondisi masyarakat, Materi pelajaran mengandung segi-segi etik, Materi
pelajaran tersusun dalam ruang lingkup dan urutan yang sistematik dan
logis, Materi pelajaran bersumber dari buku sumber yang baku, pribadi
guru yang ahli dan masyarakat.
Sumber Bahan Ajar, meliputi: Tempat atau lingkungan, Orang atau nara sumber, Objek, dan Bahan cetak dan non cetak.
DAFTAR PUSTAKA
Djaramah, Syaiful Bahri dan aswan Zain, 2010, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Harjanto, 2005, Perencanaan Pembelajran, Jakarta: Rineka Cipta
Majid, Abdul,2009, Perencanaan Pembelajaran, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya Offset
Sadiman, Arief Sukadi dkk.,1988, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar, Jakarta: Mediyatama Sarana Perkasa
Sanjaya, Wina, 2009, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, Jakarta: Kencana,
Sudjana, Nana,2009, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar